Friday, June 4, 2010

Pemanfaatan Sampah Sebagai Upaya Mengurangi Pemanasan Global



Istilah sampah pasti sudah tidak asing lagi ditelinga. Jika mendengar istilah sampah, pasti yang terlintas dalam benak adalah setumpuk limbah yang menimbulkan aroma bau busuk yang sangat menyengat. Sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah adalah zat kimia, energi atau makhluk hidup yang tidak mempunyai nilai guna dan cenderung merusak. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak(wikipedia).

Sampah dapat berada pada setiap fase materi yitu fase padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yaitu cair dan gas, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi. Bila sampah masuk ke dalam lingkungan (ke air, ke udara dan ke tanah) maka kualitas lingkungan akan menurun. Peristiwa masuknya sampah ke lingkungan inilah yang dikenal sebagai peristiwa pencemaran lingkungan (Pasymi).
Berdasarkan sumbernya sampah terbagi menjadi sampah alam, sampah manusia, sampah konsumsi, sampah nuklir, sampah industri, dan sampah pertambangan. Sedangkan berdasarkan sifatnya, sampah dibagi menjadi dua jenis yaitu:
1) Sampah organik atau sampah yang dapat diurai (degradable), contohnya daun-daunan, sayuran, sampah dapur dan sebagainya.
2) Sampah anorganik atau sampah yang tidak terurai (undegradable), contohnya plastik, botol, kalengdan sebagainya.

Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri, misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi. Laju pengurangan sampah lebih kecil dari pada laju produksinya. Hal ini lah yang menyebabkan sampah semakin menumpuk di setiap penjuru kota.
Besarnya timbunan sampah yang tidak dapat ditangani tersebut akan menyebabkan berbagai permasalahan baik langsung maupun tidak langsung bagi penduduk kota apalagi daerah di sekitar tempat penumumpukan. Dampak langsung dari penanganan sampah yang kurang bijaksana diantaranya adalah berbagai penyakit menular maupun penyakit kulit serta gangguan pernafasan, sedangkan dampak tidak langsungnya diantaranya adalah bahaya banjir yang disebabkan oleh terhambatnya arus air di sungai karena terhalang timbunan sampah yang dibuang ke sungai.

Selain penumpukan di tempat pembuangan sementra (TPS), sampah pun akan semakin meningkat jumlah nya di tempat pembuangan akhir (TPA). Dengan semakin bertumpuknya sampah di TPA-TPA, akan lebih berpeluang menimbulkan bencana seperti yang terjadi di salah satu TPA yang ada di Bandung beberapa tahun lalu. Bencana longsong yang terjadi di TPA tersebut terjadi karena adanya akumulasi panas dalam tumpukan sampah yang pada akhirnya menimbulkan ledakan yang sangat hebat. Karena ledakan inilah maka sampah-sampah tersebut longsor dan menimbun puluhan rumah serta pemiliknya. Tak kurang dari 100 orang meninggal karena peristiwa ini. Dari kejadian tersebut kita harus berfikir keras bagaimana agar bencana serupa tidak trjadi di TPA-TPA yang lainnya.

Selain dampak yang telah disebutkan tadi, secara tidak langsung sampah yang menumpuk akan berpengaruh pada perubahan iklim akibat adanya kenaikan temperatur bumi atau yang lebih dikenal dengan istilah pemanasan global. Seperti yang telah kita ketahui bahwa pemanasan global terjadi akibat adanya peningkatan gas-gas rumah kaca seperti uap air, karbondioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrooksida (N2O). Dari tumpukan sampah ini akan dihasilkan ber ton-ton gas karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Gas metana (CH4) dapat dirubah menjadi sumber energi yang akhirnya bisa bermanfaat bagi manusia. Sedangkan untuk gas karbondioksida (CO2), sampai saat ini belum ada pemanfaatan yang signifikan.

Akan tetapi proses perubahan gas metana (CH4) menjadi energi tetap saja menghadapi kendala diantaranya adalah kurangnya prospek dari segi ekonomi, yang akhirnya membuat perkembangannya masih tetap jalan ditempat dan entah kapan akan maju. Akibatnya gas metana (CH4) yang dihasilkan dari tumpukan sampah hanya dapat dibiarkan saja mengapung keudara tanpa bisa dimanfaatkan.

Gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan di TPA-TPA pun tidak hanya berasal dari penumpukan sampah-sampah saja. Tetapi berasala juga dari pembakaran-pembakaran sampah plastik yang di lakukan oleh pemulung. Para pemulung ini membakar sampah plastik untuk lebih memudahkan dalam memilih sampah-sampah yang tidak bisa dibakar seperti besi. Padahal dengan pembakaran ini akan sangat merugikan terutama bagi kesehatan masyarakat disekitar tempat pembakaran. Besarnya gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan dari pembakaran tentu saja akan semakin meningkatkan temperatur di permukaan bumi ini. selain itu abu dari sisa pembakaran sampah akan menimbulkan gangguan pernafasan pada masyarakat sekitar.

Selain menghasilkan gas karbondioksida (CO2) dalam jumlah besar, pembakaran sampah akan menghasilkan senyawa yang disebut dioksin. Dioksin adalah istilah yang umum dipakai untuk salah satu keluarga bahan kimia beracun yang mempunyai struktur kimia yang mirip serta mekanisma peracunan yang sama. Keluarga bahan kimia beracun ini termasuk Polychlorinated Dibenzo Dioxins (PCDD), Polychlorinated Dibenzo Furans (PCDF) dan Polychlorinated Biphenyls (PCB). Racun udara dioksin akan berbahaya pada gangguan fungsi daya tahan tubuh, kanker, perubahan hormon, dan pertumbuhan yang abnormal. Dengan demikian pengurangan sampah dengan pembakaran lebih baik dihindari.

Ada beberapa cara pengurangan sampah yang lebih baik dari pembakaran yaitu seperti yang diterangkan dalam web wahli. Ada empat prinsip yang dapat digunakan dalam menangani masalah sampah ini. Keempat prinsip tersebut lebih dikenal dengan nama 4R yang meliputi:
1. Reduce (Mengurangi)
Sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
2. Reuse (Memakai kembali)
Sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
3. Recycle (Mendaur ulang)
Sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
4. Replace (Mengganti)
Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.

Menurut Syahputra, pola yang dapat dipakai dalam penanggulangan sampah meliputi Reduce, Reuse, dan Recycle, dan Composting (3RC) yang merupakan dasar dari penanganan sampah secara terpadu. Reduce (mengurangi sampah) atau disebut juga precycling merupakan langkah pertama untuk mencegah penimbunan sampah.

Reuse (menggunakan kembali) berarti menghemat dan mengurangi sampah dengan cara menggunakan kembali barang-barang yang telah dipakai. Apa saja barang yang masih bisa digunakan, seperti kertas-kertas berwarna-warni dari majalah bekas dapat dimanfaatkan untuk bungkus kado yang menarik. Menggunakan kembali barang bekas adalah wujud cinta lingkungan, bukan berarti menghina.

Recycle (mendaur ulang) juga sering disebut mendapatkan kembali sumberdaya (resource recovery), khususnya untuk sumberdaya alami. Mendaur ulang diartikan mengubah sampah menjadi produk baru, khususnya untuk barang-barang yang tidak dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama, misalnya kertas, alumunium, gelas dan plastik. Langkah utama dari mendaur ulang ialah memisahkar sampah yang sejenis dalam satu kelompok. Composting merupakan proses pembusukan secara alami dari materi organik, misalnya daun, limbah pertanian (sisa panen), sisa makanan dan lain-lain. Pembusukan itu menghasilkan materi yang kaya unsur hara, antara lain nitrogen, fosfor dan kalium yang disebut kompos atau humus yang baik untuk pupuk tanaman. Di Jakarta, pembuatan kompos dilakukan dengan menggunakan sampah organik

Tentunya cari ini akan lebih baik digunakan dari pada dengan cara pembakaran. Karena selain mengurangi efek pemanasan global dengan mengurangi volume gas karbondioksida (CO2 ) yang dihasilkan, cara ini tidak mempunyai efek samping baik bagi masyarakat ataupun lingkungan. Seperti kata pepatah pencegahan penyakit akan lebih baik dari pada mengobatinya. Kata bijak ini juga bisa digunakan dalam strategi penanganan sampah yakni mencegah terbentuknya sampah lebih baik dari pada mengolah/memusnakan sampah. Karena bagaimanapun mengolah/ memusnahkan sampah pasti akan menghasilkan jenis sampah baru yang mungkin saja lebih berbahaya dari sampah yang dimusnakan. Jadi mari mulai sekarang kita bebenah diri untuk mengurangi hal-hal yang bisa membentuk sampah.

Saturday, May 22, 2010

Di Amerika Apple iPad 3G Terjual Ludes

Toko-toko yang tidak memiliki pasokan iPad menawarkan daftar tunggu bertajuk "Notify Me"



Dari hasil penelitian di 50 toko ritel representatif Apple yang tersebar di Amerika Serikat, diketahui iPad 3G telah ludes terjual di seluruh toko. Hanya tersisa iPad dengan model Wi-Fi. Padahal, iPad baru dirilis secara internasional minggu depan.

Gene Munster, bersama tim risetnya dari Piper Jaffray telah mengontak 50 toko retail Apple, dan menemukan 74 persen di antaranya laris manis menjual seluruh model iPad, sementara 26 persen sisanya masih menyisakan sejumlah iPad model Wi-Fi. "iPad 3G dipastikan habis," kata Munster seperti dikutip VIVAnews dari Apple Insider, Sabtu 22 Mei 2010.

Solusi yang ditempuh toko-toko yang tidak memiliki pasokan iPad adalah dengan cara menawarkan daftar tunggu bertajuk 'Notify Me' pada konsumer. Setelah iPad baru tiba, pihak toko akan menghubungi konsumer dalam kurun waktu 24 jam. "Salah satu toko bahkan berani menjamin dalam jangka waktu empat hingga tujuh hari iPad bisa sampai ke tangan pemesan," jelas Munster.

Lebih lanjut, dia mengatakan, persediaan iPad yang terbatas justru membuat Apple tak sanggup memenuhi proyeksi penjualan yang dibuatnya sendiri, yakni 1,3 juta unit pada triwulan pertama.

Namun, menurut Munster, ketidakmampuan Apple memenuhi permintaan pasar justru sesuai dengan prediksi Wall Street, yang mengatakan permintaan pasar lebih besar dan lebih cepat ketimbang kemampuan Apple untuk mensuplai. "Peluncuran iPad secara Internasional pada 28 Mei mendatang akan melanjutkan permintaan yang kuat di AS. Kami harap kendala pasokan tersebut sudah bisa ditanggulangi oleh Apple pada akhir kuartal dua nanti," tulis Munster.

Sekadar diketahui, iPad merupakan tablet PC yang diluncurkan Apple pada akhir Januari lalu. Perangkat ini memiliki berat yang tergolong ringan, yaitu hanya 1,5 pon (sekitar 680 gram) dan memiliki teknologi layar sentuh seluas 9,7 inci secara diagonal.

Komputer ini dijual dengan fasilitas hard disk yang bervariasi, mulai dari 16, 32, hingga 65 GB serta memiliki sambungan Wi-Fi dan Bluetooth built-in. iPad versi Wi-Fi dijual mulai US$ 499 sedang iPad 3G mulai US$ 629.


Sumber :
http://teknologi.vivanews.com/news/read/152830-apple_ipad_3g_ludes_di_toko_ritel

Saingi Apple, Google Kini Rilis Kios Aplikasi

Melalui aplikasi Chrome, Google akan menyuguhkan aplikasi web untuk browser Chrome.


Woww,,!! Google dan Apple makin memperlihatkan persaingan mereka untuk menjadi yang terdepan dalam industri IT. Hal ini terlihat dari langkah yang dilakukan oleh Google Inc yang seolah tak mau kalah dengan Apple, raksasa mesin pencari di dunia maya, Google Inc, juga merilis toko online serupa bagi pengguna yang ingin mengunduh aplikasi atau konten lainnya. Melalui aplikasi Chrome, Google akan menyuguhkan aplikasi web untuk browser Chrome dan pengguna OS, mirip seperti yang disajikan Apple untuk perangkat iPhone dan iPad-nya.

Upaya ini diakui Google sebagai langkah untuk mewujudkan misinya menjadi situs pusat media dan hiburan di jagad maya, di samping mengandalkan iklan di Internet. "Iklan di dunia maya merupakan hal yang sangat penting. Tetapi, Google ingin menciptakan alternatif lain," ujar Vice President Google, Sundar Pichai, yang dikutip dari Telegraph, Sabtu 22 Mei 2010.

Diberi tajuk Chrome Web Store, Google akan membukanya dalam waktu dekat agar pengguna Internet dimudahkan untuk mencari dan membeli aplikasi berbasis Web hanya dengan satu klik. Gagasan serupa sudah ditiru sebelumnya oleh Research In Motion.

Toko online yang menyajikan aplikasi gratis dan berbayar untuk pengguna BlackBerry itu dirilis sekitar tahun lalu. Sama halnya dengan Apple App Store, BlackBerry Application World juga menawarkan aplikasi dan konten khusus pengguna ponsel pintar BlackBerry.

Google pun mempunyai Android Market untuk pengguna ponsel-ponsel berbasis OS Android. Namun, untuk aplikasi berbasis Web, perusahaan mengandalkan Chrome Web Store.

Untuk diketahui, perusahaan yang berkantor di Mountain View, California, ini mengklaim telah memiliki sekitar 70 juta pengunjung setiap harinya. Jumlah ini meningkat stabil dibandingkan akhir semester I-2009, di mana Google hanya mencatat sekitar 30 juta pengunjung.


Sumber:
http://teknologi.vivanews.com/news/read/152764-saingi_apple__google_rilis_kios_aplikasi

Perkembangan Industri Kreatif TI di Indonesia

.

Teknologi Informasi telah berkembang sangat jauh saat ini dan telah merevolusi cara hidup kita, baik terhadap cara berkomunikasi, cara belajar, cara bekerja, cara berbisnis, dan lain sebagainya. Dengan berkembangnya Teknologi Informasi di dunia umumnya dan di Indonesia tentu saja hal ini juga berdampak pada berbagai hal terutama disektor industri. Sentuhan Teknologi Informasi dalam dunia industri juga telah membawa perkembangan dan kemajuan hal ini dapat dilihat dari kemungkinan sumbangan yang bisa diberikan dalam bidang tersebut bagi kesejahteraan dan kemajuaan masyarakat.


Sebelum mendalami lebih jauh mengenai perkembangan industri TI atau industri yang didukung oleh TI ada lebih baiknya kita mengetahui mengenai apa saja yang dapat dilakukan oleh TI dalam dunia industri ini. Secara garis besar, ada dua hal yang dapat dilakukan dalam dunia industri (baik kecil, menengah, besar, maupun industri kreatif lain) dengan menggunakan TI yaitu menghasilkan produk TI atau menggunakan produk TI dalam mendukung kegiatan industri. Pengaplikasian keduanya sama-sama dapat memberikan keuntungan jika dilakukan dengan baik.


Penggunaan TI dalam industri guna menghasilkan produk TI misalnya saja dengan pembuatan sofrwate seperti Microsoft, IBM, Sun (Solaris OS, Java), Oracle, Novell, Intuit, Realnetworks, Adobe Systems serta pembuat hardware/infrastruktur seperti IBM, Intel, HP, Dell, Sun, Compaq, Apple Computer, Vodafone, Cisco Systems, Lucent Technologies, AT&T, NTT, MCI Worldcome dan lain-lain.


Kemudian penggunaaan TI dalam mendukung kegiatan industri misalnya menyelenggarakan servis yang berbasis IT seperti :
Search engine: Yahoo!, Lycos, Google
Web hosting: Geocities, Xoom, ISP di Indonesia
Mail: hotmail, plasa.com
Apps: Ebay.com (lelang), priceline.com , E*Trade group, iklanbaris.co.id
News: news.com, detik.com, suratkabar.com, kompas.com, tempo.co.id
Portal: America Online
Konsultan IT: LAN installer, analis, administrator


Atau bisa juga digunakan untuk menghubungkan bisnis dengan client melaui pembuatan web site untuk memberikan informasi kepada (calon) client dan juga untuk melakukan transaksi elektronis (electronic commerce). Client di sini tidak harus pembeli (consumer) akan tetapi dapat juga berupa partner bisnis. Ini yang sering disebut business-to-business ecommerce dengan EDI. Selain itu penggunaan produk TI juga dapat difungsikan untuk keperluan internal seperti proses otomasi kantor.


Penggunaan TI dalam dunia industri ini diharapkan dapat lebih membangun sector industri bisnis serta memajukan dan mensejahterakan masyarakat Indonesia. Dari berbagai jenis sektor industri yang ada baik kecil, menengah atau besar, dunia industri yang saat ini sedang berkembang dan banyak diperbincangkan adalah industri kreatif. Menurut sumber Media Indonesia Online diperkirakan industri kreatif TI akan naik sebesar 20 persen. Peluang industri kreatif baik di dalam negeri maupun di luar negeri sangatlah besar. Pangsa pasar yang dijanjikan untuk industri kreatif ini masih terbuka sangat lebar, dan akan memiliki kecenderungan meningkat


Industri kreatif menurt pengertian dari Departemen Perdagangan adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Dengan kata lain, industri kreatif adalah industri yang unsur utamanya adalah kreativitas, keahlian dan talenta yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan melalui penawaran kreasi intelektual. Industri kreatif terdiri dari penyediaan produk kreatif langsung kepada pelanggan dan pendukung penciptaan nilai kreatif pada sektor lain yang secara tidak langsung berhubungan dengan pelanggan. Di samping itu, produk kreatif mempunyai ciri-ciri: siklus hidup yang singkat, risiko tinggi, margin yang tinggi keanekaragaman tinggi, persaingan tinggi, dan mudah ditiru. Pemerintah telah meindentifikasi lingkup industri kreatif mencakup 14 subsektor, antara lain, arsitektur, periklanan, barang seni (lukisan, patung), kerajinan, disain, mode/fesyen, musik, permainan interaktif, seni pertunjukan, penerbitan-percetakan, layanan komputer dan piranti lunak (software), radio dan televisi, riset dan pengembangan, serta film-video-fotografi.


Dukungan Teknologi Informasi dan komunikasi bagi industri kreatif ini dapat dilihat pada penggunaan internet dan web serta teknologi lain didalamnya. Selain itu usaha yang memberikan penyediaan jasa dalam bidang perangkat lunak (sofware) juga terlihat dalam industri ini.


Pertumbuhan industri kreatif berbasis teknologi informasi (TI) secara nasional tahun ini optimistis naik 20 persen, yang disumbang oleh dominasi pengusaha yang bergerak dalam bidang perangkat lunak (software). Keyakinan ini, karena omzet dari industri kreatif tahun lalu sebesar Rp100 triliun lebih besar dari industri otomotif. Dari angka tersebut, 50 persen lebih berasal dari total omzet pelaku usaha piranti lunak. Untuk itu pemerintah juga memberikan dukungan dengan pembinaan, pelatihan, seminar dan pemberian infrastruktur bagi para pelaku bisnis ini dan industri bisnis TI lainnya agar dapat lebih memajukannya.

Sumber referensi : http://www.mediaindonesia.com/read/2009/06/06/77962

Thursday, April 8, 2010

ANTARA STAND BY DAN HIBERNATE

Komputer bukan hal asing lagi tentunya, kita tidak pernah lepas dari peran komputer dalam aktifitas sehari-hari banyak kegiatan yang terbantu lewat komputer. Namun kita juga perlu tahu bagaimana cara penggunaanya agar lebih efisien dalam pemakaiannya.

Komputer dalam keadaan mati bukan berarti tidak mengkonsumsi listrik. Tetap membutuhkan listrik tapi sangat sedikit. Untuk stand by kurang lebih memakan daya 5W, sedangkan untuk hibernate sekitar 3W...CMIIW. Dan komputer dalam keadaan mati juga membutuhkan daya listrik yang kurang lebihnya sama (kecuali jika kabel dicabut). Kelebihan dari stand by/hibernate adalah, saat menyalakan kembali, keadaan komputer masih sama persis seperti saat terakhir kita tinggalkan. Jadi kalo masih ada file word dan winamp yang masih terbuka, ya waktu kita nyalakan kembali dia akan tetap dalam keadaan terbuka seperti terakhir kita tinggal.
Stand By berarti komputer dalam keadaan "mati suri". stand by dibedakan menjadi 2 : S1 (komputer mati tapi fan masih menyala) dan S3 (Komputer benar2 dalam keadaan seperti mati). Pengaturan S1 dan S3 bisa dilakukan via BIOS. Nah kelamahan Stand by adalah, keadaan komputer disimpan dalam RAM, sehingga bila selama stand by aliran listrik ke komputer terputus (misal: mati lampu), maka komputer akan mati dalam keadaan tanpa di shut down, dan pekerjaan yang masih kita tinggalkan juga akan tertutup seperti jika komputer dimatikan.2.

Hibernate hampir sama dengan Stand By S3. Bedanya adalah, meskipun pasokan listrik terputus, setting komputer terakhir akan tetap tersimpan. Jadi pekerjaan yang masih kita tinggalkan akan tetap dalam keadaan terakhir kita tinggalkan. Konsekuensinya adalah kita membutuhkan ruang dalam hard disk seukuran dengan ukuran RAM yang terpasang untuk menyimpan keadaan komputer terakhir.
Nah ada cara untuk setting stand by/hibernate otomatis bila komputer dalam keadaan idle/nganggur. Kan sering tu kita lagi ngetik trus ditinggal pergi terus lupa balik lagi, atau lagi lembur ngerjakan tugas terus ketiduran. Ini cara buat set komputer otomatis stand by/hibernate :
  1. Klik kanan di desktop.
  2. Pilih tab properties.
  3. Pilih screen saver trus klik opsi Power.
  4. Tinggal pilih deh ada beberapa pilihan yaitu :
  • Turn off monitor after...minutes
  • Turn off hard disk after ...minutes
  • Stand by after ...minutes
  • Hibernate after ...minutes

Jika ingin melakukannya secara manual lebih gampang lagi. Tinggal klik turn off computer/Alt+F4, trus stand by ada di paling kiri. Kalo mau hibernate, tekan shift dan tombol stand by akan berubah jadi hibernate, tapi inget hibernate harus aktif dulu.

Mungkin hal ini tidak asing lagi dan sudah banyak yang mengetahuinya, tapi tak apalah, semoga dapat bermanfaat. Heheee....^-^

Sumber :
http://www.grahafamily.co.cc/2010/01/pengertian-hibernate-dan-stand-by.html?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+blogspot%2FvYCu+%28Djejeg%29

Sunday, April 4, 2010

Just Follow your Happiness


Setiap manusia pastilah ingin menikmati kebahagiaan hidup di semesta ini, tapi tidak semua dapat menikmatinya, lalu bagaimana kita dapat menuju kebahagiaan itu. Kuncinya tentu saja ada pada diri anda sendiri, hidup ini adalah milik anda, tubuh ini, jiwa ini dan seluruh semesta ini adalah milik anda jika anda tau bagaimana caranya. Tidak perlu membayangkan sesuatu yang rumit yang akan anda harus lakukan untuk dapat memiliki semua yang anda inginkan dan ingin anda miliki. Lalu anda kemudian berpikir bagaimana mungkin tidak perlu melakukan sesuatu yang sangat rumit atau complicate jika yang kita inginkan adalah sesuatau yang sangat besar dan sangat tidak mudah ataupun tidak mungkin dimiliki oleh kita, semesta ini terlalu besar maka perlu mengerjakan sesuatu yang sangat tidak mudah untuk bisa menguasainya.

Hentikan semua pemikiran negatif tersebut dan taruhlah itu semua kedalam keranjang sampah anda. Yang perlu anda lakukan hanyalah hal kecil mungkin sepele tapi tidak dengan dampak yang akan diberikannya jika anda sungguh-sungguh paham dan mempraktekkannya. Lakukanlah dengan mendatangkan pikiran-pikiran positif kedalam diri anda dan ciptakanlah kemudahan didalamnya, lakukanlah dengan cara yang anda sukai dengan cara yang membuat anda merasa bahagia maka semua itu akan terasa lebih mudah bagi anda. Lakukanlah itu dengan bahagia, bawalah kebahagiaan selalu dengan anda, kebahagiaan itu seperti bahan bakar yang akan mengantarkan anda menuju kebahagiaan lain. Maka ikutilah kebahagiaan anda, maka semesta akan membukakan pintu bagi anda ditempat yang sebelumnya hanya terdapat tembok.

Batasan Dalam Mengatur Penggunaan Teknologi Informasi

Mata Kuliah : Etika dan Profesionalisme TSI
Dosen : Farida SKom. MMSi

Perubahan Iingkungan global dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang berlangsung sangat cepat telah mendorong terjadinya perubahan mendasar, melahirkan Iingkungan telekomunikasi yang baru, dan perubahan cara pandang dalam penyelenggaraan telekomunikasi, termasuk hasil konvergensi dengan teknologi informasi dan penyiaran, sehingga dipandang perlu mengadakan penataan kembali penyelenggaraan telekomunikasi nasional.

Didalam UU No. 36 telekomunikasi berisikan sembilan bab yang menatur hal-hal berikut ini ; Azas dan tujuan telekomunikasi, pembinaaan, penyelenggaraan telekomunikasi, penyidikan, sanksi administrasi, ketentuan pidana, ketentuan peralihan dan ketentuan penutup. Undang-Undang ini dibuat untuk menggantikan UU No.3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi, karena diperlukan penataan dan pengaturan kembali penyelenggaraan telekomunikasi nasional.

Kemudian apakah ada keterbatasan yang dituangkan dalam UU no.36 Telekomunikasi tersebut dalam hal mengatur penggunaan teknologi Informasi. Maka berdasarkan isi dari UU tersebut tidak ada penjelasan mengenai batasan-batasan yang mengatur secara spesifik dalam penggunaan teknologi informasi tersebut, artinya dalan UU tersebut tidak ada peraturan yang secara resmi dapat membatasi penggunaan teknologi komunikasi ini. Namun akan lain ceritanya jika kita mencoba mencari batasan-batasan dalam penggunaan teknologi informasi berbasis sistem komputer yang merupakan sistem elektronik yang dapat dilihat secara virtual, maka hal tersebut diatur dalam UU No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik terutama BAB VII tentang Perbuatan yang Dilarang. Untuk itu kita sebagai pengguna teknologi informasi dan komunikasi harus lebih bijak dan berhati-hati lagi dalam memanfaatkan teknologi ini dengan memperhatikan peraturan dan norma yang ada.